DSKS Protes Logo HUT RI Ke-75 Dianggap Menyerupai Simbol Salib - redaksionline.com

DSKS Protes Logo HUT RI Ke-75 Dianggap Menyerupai Simbol Salib

redaksionline.com - 
 Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mempersoalkan Logo HUT RI ke-75 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat.

Dalam audiensi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, mereka menganggap jika salah satu desain logo menyerupai simbol salib.


Humas DSKS, Hendro Sudarsono mengatakan, pihaknya menemukan desain logo yang dianggapnya mengarah ke agama tertentu dan terlanjur dipasang di beberapa tempat di Solo.

"Kita menemukan di beberapa tempat di kota Solo HUT RI ke-75 mirip dengan salib," kata Hendro pada Jumat (7/8/2020).

"Kami temukan di SMA 7 ke timur, ada di museum keris dan beberapa tempat di Karanganyar, Boyolali, dan Sukoharjo," imbuhnya membeberkan.

Hendro menambahkan jika ia hanya mempermasalahkan beberapa desain logo saja.

"Dari 10 alternatif yang di desain oleh Kemensesmeng, ada 3 yang mirip dengan salib," ungkapnya.

Lantaran hal tersebut, ia meminta Kemensesneg untuk menarik logo tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di beberapa kalangan.

"Kami minta untuk Kemensesneg menarik, di tempat pemerintahan," paparnya.

"Supaya HUT RI ditengah pandemi ini tidak mempertentangkan urusan SARA," tegasnya.

Dalam pertemuan selama lebih kurang 30 menit tersebut, ia mendapat respon yang positif dari pihak Pemkot Solo yang diwakili oleh Ahyani.

"Jawaban Pak Sekda sudah mengamodir kami," ujarnya.

"Yaitu kebijakan pemkot tidak terkait dengan yang kami keberatkan," tambahnya.

"Terkait hal yang masih ada, kami minta untuk ditarik," tandasnya. 

Hanya Template

Rupanya, mozaik  yang dimaksud oleh DSKS tak berlaku paten.

Mozaik tersebut merupakan 10 template yang disediakan oleh Kemensesneg.

Masyarakat bebas menyusun 10 template tersebut dengan model yang diinginkan.

Selain itu, masing-masing mozaik, dalam surat tersebut mempunyai arti tersendiri.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sendiri tidak memasang ke sepuluh mozaik yang dipermasalahkan oleh DSKS tersebut.

Sedianya, Pemkot Solo memasang simbol 75 yang tersedia dalam logo tersebut.

"Kalau Pemkot kan tidak memakai itu, logonya terlalu ruwet," tandasnya. (*)



redaksinews.com