redaksionline.com - 
Sejumlah pendukung Jerinx mendirikan baliho bertuliskan #BebaskanJerinx di sejumlah titik di Bali. Baliho tersebut sebagai desakan agar drummer SID tersebut dibebaskan dari kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian yang menyatakan 'IDI Kacung WHO' dalam akun Instagramnya.

Koordinator aksi, Komang Hendra Wira Adi, mengatakan pemasangan baliho itu sebagai dukungan kepada pria bernama I Gede Ari Astina tersebut.

"Pemasangan baliho ini karena murni kecintaan kawan-kawannya terhadap sikap JRX SID yang selalu bersuara untuk rakyat kecil. Kami berharap agar JRX SID segera dibebaskan," kata Hendra kepada wartawan, Minggu (16/8).

Hendra menyatakan, baliho tersebut dipasang di kawasan Sukawati, Kabupaten Gianyar pada Kamis (13/8) dan di Jalan Diponegoro, Kabupaten Tabanan serta di Tukan Barito-Jl. Tukad Citarum, Kota Denpasar pada Sabtu (15/8). Baliho dipasang dengan ukuran 1,5 x 2 meter.

Komunitas yang tergabung dalam Bali Tolak Reklamasi ini juga menilai penahanan Jerinx terlalu berlebihan hanya karena kritis terhadap pemerintah.

"JRX SID sangat getol memperjuangkan rapid test dan swab test dihapus sebagai syarat administrasi serta kesehatan," kata dia.

Namun baliho-baliho tersebut, khususnya di kawasan Sukawati, sudah diturunkan Satpol PP. Kasatpol PP Gianyar, I Made Watha, mengatakan ada lebih dari 1 baliho yang diturunkan.

Alasannya, baliho itu tak berizin sehingga mengganggu ketertiban umum.
"Itu tanpa izin kita tertibkan dalam rangka kode etik," kata Watha.

Watha menegaskan setiap baliho yang didirikan di tempat publik wajib mendapatkan izin dari Pemda setempat. Dia mempersilakan pendukung Jerinx mengurus izin terlebih dahulu.
"Iya, harus ada izinya. Baliho, banner, spanduk, harus ada izinnya dari pemerintah daerah dari dinas perizinan," kata Watha.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen Frontier Bali yang masih berkaitan dengan komunitas Bali Tolak Reklamasi, Made Karina, geram dengan aksi Satpol PP. Menurut dia, ada oknum yang takut dengan tekanan dari masyarakat yang mendukung Jerinx.

"Emang kalau warga mau minta izin akan dikasih? Dugaan saya pasti enggak akan dikasih. Sebab esensinya bukan di izin, tapi penguasa takut akan solidaritas JRX, " kata Karina.

Dia menegaskan para pendukung tak akan berhenti menggaungkan dukungan buat Jerinx. Bahkan, para pendukung tengah menyusun rencana untuk mengadukan perkara Jerinx ke Komnas HAM.

"Tindakan kami pastinya akan terus men-support dan menyuarakan #bebaskanJerinxSID. Selain itu, kami juga akan bersurat ke Komnas HAM terkait hal ini," tutup Karina.(redaksi0