Jelang Pilkada Kota Tidore, Ardiansyah Fauzi: Basri Salama Tahu Mereka bakal Kalah dari Paslon AMAN - redaksionline.com

Jelang Pilkada Kota Tidore, Ardiansyah Fauzi: Basri Salama Tahu Mereka bakal Kalah dari Paslon AMAN

TIDORE – Juru bicara pasangan petahana calon Walikota dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan Capt. H Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen (AMAN), Ardiansyah Fauzi (Ardian) menilai penting bagi setiap politisi apalagi mereka yang turun bertarung di arena Pilkada, mengingat benar apa yang pernah mereka ucapkan di waktu yang lalu.

“Dari awal kami berpikir pasangan BAGUS sudah game over ketika Kaukus Parlemen tak sehati mengusung satu pasangan calon. Jika kita lacak kembali jejak digital Basri Salama dalam beberapa media online tentang sikapnya maju pada Pilkada Tidore Kepulauan (Tikep) 2020,” ujar Ardian kepada media, Selasa (25/8/2020).

Menurut Ardian, jika dilihat dari salah satu media Online lokal misalnya berita tertanggal 16 oktober 2019 yang diberi judul ‘Basri Salama Maju Calon Walikota Tidore’ beliau coba menguraikan alasan dan gagasannya mengapa memutuskan maju bertarung pada Pilkada kali ini.

Sebagai jubir AMAN terang Ardian, warga Tidore penting untuk mengingatkan kembali penegasan yang pernah dia ucapkan.

“Kutipannya seperti ini, Saya (Basri Salama) memberikan pernyataan bahwa kalau ada diantara kami ini lalu muncul tiga pasangan, tentunya saya orang pertama tidak akan maju. Parpol yang tergabung dalam Kaukus Parlemen waktu itu bersepakat menggunakan indikator survei dalam menentukan jagoan mereka untuk menantang Petahana, Basri Salama kemudian menutup dengan kalimat cukup intimidatif dalam berita tahun 2019 tersebut.

“Saya akan menjadi bagian untuk pemenang yang bersangkutan, jikalau lebih dari dua pasang calon, saya akan menarik diri dari pencalonan.” Tenang namun cadas kata-kata yang diucapkan,” beber Ardian mungutip ucapan Basri Salama itu.

Untuk itu, Ardian menuturkan bahwa, ingatan manusia memang pendek karena itu Bung Karno sering mengingatkan ‘JASMERAH’.

“Ucapan Basri Salama tahun lalu menurut saya bukan kata-kata tak bermakna, karena pasti apalagi sebagai politisi nasional sudah dipikirkan matang-matang sebelum mengeluarkan statement,” tuturnya.

Dari ucapan Basri Salama itu dia menilai, ada maksud yang mudah kita tangkap, bahwa jika Pilkada digelar dengan tiga pasang maka Basri Salama sudah pasti kalah, karena itu lebih baik menarik diri lebih awal, ia menginginkan pertarungan head to head karena kemungkinan menang bisa terjadi,” tegas Ardian.

Karena itu, Ardian menegaskan bahwa, ketika paslon SALAMAT yang lebih dulu mendapatkan tiket untuk lolos persyaratan calon di KPU Desember nanti, maka hitungan calon penantang kedua petahana tak ada lagi, selesai!

“Basri mungkin sudah memilih jalan sunyi dan memilih menitip gagasan-gagasannya pada mereka calon kandidat Pilkada yang lolos,” tegasnya.

Tapi kata Ardian, begitulah politisi juga politik selalu ada kejutan diinjury time (waktu terluka) dan kejutan itu belum selesai rupanya ketika muncul dengan brand BAGUS, seperti ucapan dan pernyataannya disebuah media malam ini, dengan judulnya cukup provokatif ‘Bagus nilai pasangan petahana Tidore bukan lawan berat.

Alasan Bagus kata Ardian, karena visi dan misi Petahana tidak pernah jalan, tidak sikron visi agromarine, bahkan kata Basri terabgs dia, dalam berita tersebut menyebut ada lembaga survei kridibel merilis hasil bahwa yang tahu tentang visi agromarine itu hanya 2% dan 98% masyarakat tidak tahu.

Namun sayanganya, Basri tidak menyebut secara spesifik nama lembaga survei, tapi jika menyebut beberapa maka sudah pasti lembaga surveinya lebih dari satu. Dia menegaskan, dalam berita tersebut tak ada infografis yang disertakan, sehingga data lembaga survei mana yang dipakai tak bisa kita lihat.

“Saya kemudian berpikir, mungkin karena pasangan Bagus jarang berada di Kota Tikep sehingga bisa jadi tak memiliki data lain sebagai pembanding atas beberapa problem yang diucapkan semisal pertanian dan perikanan, sehingga akhirnya memberi penilaian yang salah,” imbuhnya.

Ardian manambahkan dengan mengugkap data statistik Bappelitbang Pemkot Tidore Kepulauan dibawa pemerintahan Capt. Ali Ibrahim-Muhammad Sinen, pada tahun 2019, produksi pertanian dan perkebunan Tikep mengalami peningkatan dari 26.974 ton diawal RPJMD menjadi 38.045 ton melewati target RPJMD 26.986.

Sementara untuk produksi perikanan daerah diawal RPJMD 15.896 ton naik menjadi 16.890 ton. Sedangkan olahan hasil perikanan 4.848 ton diawal RPJMD naik menjadi 6.520 ton di tahun ini. Sementara itu capaian 6 Misi RPJMD 2016-2021 berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU) RPJMD secara keseluruhan realisasi sudah diangka 96,34 persen.

“Jadi jika dibilang Basri, Visi dan Misi Petahana tidak jalan sangat tidak mungkin ada kenaikan produksi baik sektor Agro maupun sektor Marine,” ungkap Ardian menegaskan.

Soal kinerja pemerintah, kata Ardian, pada survei 2 lembaga kridibel seperti Charta Politika dan Indo Barometer misalnya, data Charta Politika menyebutkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemkot Tidore tergolong cukup baik, berada diantara 60-70 persen.

Bahkan lembaga Survei, Indo Barometer meriliskan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Capt. Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen mencapai 70-80 persen.

“Karena itu jika Bagus merasa melawan Petahana adalah pekerjaan yang mudah dengan indikator visi misi dan kinerja pemerintahan AMAN, sesunggunya itu konklusi paling keliru,” pungkas jubir paslon paket AMAN Ardiansyah Fauzi ini.